Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    KONTAK KAMI    E-PANEL

Bidang Konsumsi & Keamanan Pangan

Artikel    2 tahun yang lalu   
Administrator    1537 Kali

Sumber Foto: DKP Red

Sejalan dengan Program - program yang telah di laksanakan baik dari laporan data statis maupun dinamis yang telah tersaji secara detail pada item - item (tergambar)dari rangkaian analisa DKP terus bergerak cepat mengikuti situasi, kondisi dan opini di masyarakat terkait perubahan kualitas konsumsi pangan dan gizi tersedianya pangan segar dan aman bagi masyarakat , pengawasan keamanan pangan terhadap bahan pangan segar / jaminan pangan aman dari bahaya yang dapat menimbulkan penyakit saat mengkonsumsi makanan dan jenis sayur-sayuran  segar yang menggunakan racun tanaman dan sejenisnya.

Berangkat dari konsep motualisasi dan fakta pemantauan di lapangan kepada beberapa sasaran kelompok-kelompok binaan khususnya ibu-ibu PKK dan serta usaha lainnya ternyata hasilnya cukup memberikan dampak yang signifikan dengan pengembangan proses mandiri yang memanfaatkan pekarangan dan menerapkan pola makan sehat, seimbang dengan memperhatikan tingkat gizi (menu) dalam mengkonsumsi makanan.

Dinas Ketahanan Pangan bergerak cepat seiring situasi kemajuan teknologi, Dinas Ketahanan Pangan Terus melakukan pengawasan  dan pemantauan kondisi-kondisi di lapangan agar tidak terjadi hal-hal yang dapat berdampak terhadap pola - pola masyarakat yang mengkonsumsi sayuran segar tetapi banyak mengandung racun / pestisida tanaman karena kurang nya pengetahuan tentang bahaya mengkonsumsi bahan yang belum terjamin / steril dari berbagai kandungan yang ada di jenis sayuran segar yang dikonsumsi oleh masyarakat. hingga saat ini Dinas Ketahanan Pangan belum menemukan laporan warga masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan karena dampak mengkonsumsi sayuran, makanan dan sejenisnya . hal ini Dinas Ketahanan Pangan tetap selalu melakukan koordinasi dan pembinaan berkelanjutan.

 

 

BIDANG KONSUMSI DAN KEAMANAN PANGAN

    Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi Pangan untuk memenuhi kebutuhan Gizi masyarakat dan mendukung hidup sehat, aktif, dan produktif .

          Penganekaragaman konsumsi Pangan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membudayakan pola konsumsi Pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman serta sesuai dengan potensi dan kearifan local. Penganekaragaman konsumsi Pangan dilakukan dengan cara :

a. mempromosikan;

b. meningkatkan pengetahuan & kesadaran masyarakat ttg  prinsip Gizi seimbang;

c. meningkatkan keterampilan  pengembangan olahan Pangan Lokal;

d. mengembangkan dan mendiseminasikan teknologi tepat guna  pengolahan Pangan Lokal

 

PERBAIKAN KUALITAS KONSUMSI PANGAN DAN GIZI MASYARAKAT

 

a.  Penguatan advokasi terkait diversifikasi konsumsi.

  1. Diversifikasi penyediaan dan konsumsi pangan non beras bermutu, sehat dan halal;
  2. Pendidikan gizi seimbang untuk keluarga melalui posyandu;
  3. Peningkatan konsumsi protein hewan (daging dan telur);

4.    Penggalakan minat dan konsumsi makan ikan dan produk olahan berbasis ikan di masyarakat.

b.  Penguatan advokasi terkait diversifikasi konsumsi.

  1. diversifikasi penyediaan dan konsumsi pangan non beras bermutu, sehat dan halal;
  2. pendidikan gizi seimbang untuk keluarga melalui posyandu;
  3. peningkatan konsumsi protein hewan (daging dan telur);

4.    penggalakan minat dan konsumsi makan ikan dan produk olahan berbasis ikan di masyarakat.

STRATEGI PENANGANAN  KEAMANAN PANGAN SEGAR

A.      Tersedianya PANGAN SEGAR YANG AMAN dikonsumsi

1.   Pengawasan Keamanan Pangan Segar

2.   Pengujian keamanan pangan segar

3.   Promosi KPS

4.   Kajian KPS

B.    Koordinasi Kelembagaan dan Keamanan Pangan Segar

1.  Penguatan SDM yang menanganani KPS dan regulasi

2.  Pembinaan OKKPD

3.  Fasilitas OKPO

4.  Koordinasi lintas sektor, partisipasi aktif di JKPN

 

Dalam menjalankan Tugas sesuai dengan kewenangan yang ada, Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan terbagi atas 3 seksi yaitu :

1.    Seksi Keamanan Pangan

2.    Seksi Penganekaragaman Pangan

3.    Seksi Konsumsi Pangan

1.       SEKSI KEAMANAN  PANGAN

Pangan segar adalah pangan yang belum mengalami pengolahan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan pangan (UU No18, 20)

Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi. 

Keamanan Pangan diselenggarakan untuk menjaga Pangan tetap aman, higienis, bermutu, bergizi, dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat.

Keamanan Pangan dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia

Pengawasan keamanan pangan terhadap bahan pangan segar mutlak diperlukan untuk menjamin pangan aman dari bahaya

Permasalahan Penanganan Keamanan Pangan Segar :

ü  Sumberdaya untuk penanganan keamanan pangan sangat terbatas

ü  Kegiatan inspeksi dan monitoring yang belum merata di setiap wilayah dan belum terintegrasi antar instansi yang berwenang

ü  Masih rendahnya kesadaran masyarakat (produsen/petani/pedagang dan konsumen) tentang keamanan pangan

ü  Anggaran yang kurang memadai

 

A.   KEGIATAN 2018

1.    Pemantauan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan

    

2.    Mengikuti Hari Pangan Nusantara di Jogjakarta

 

  

3.    Mengikuti Ajang Gelar Pangan Nusantara di Balai Kartini Jakarta

 

   

1.    MengikutiKaltim Expo di Stadion SempajaSamarinda

 

 2. Mengikuti Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke – 38 Di Banjarbaru

3. Mengikuti Kunjungan dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Tentang Kerjasama Jaringan Lintas Perkotaan Antara Pemerintah Kota Samarinda Dengan Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Enrekang dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng di Provinsi Sulawesi Selatan

B.    KEGIATAN 2019

1.      Pemantauan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan

Penyuluhan Jajanan Pangan Anak Sekolah (Perubahan Skedule Karna aktivitas Pembelajaran Anak Usia Sekolah Dasar sehingga belum dapat terlaksana)

 

2.   SEKSI PENGANEKARAGAMAN PANGAN

Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan (UU No. 18 Tahun 2012 Tentang Pangan)

Penganekaragaman Pangan merupakan upaya meningkatkan ketersediaan pangan yang beragam dan berbasis potensi sumberdaya lokal yang ada untuk:

  1.          Memenuhi pola konsumsi Pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman
  2.          Mengembangkan usaha pangan; dan/atau
  3.          Meningkatkan kesejahteraan masyarakat (pasal 41)

Penganekaragaman Pangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 41 dilakukan dengan :

a.    Penetapan kaidah Penganekaragaman Pangan

b.    Pengoptimalan Pangan Lokal

c.    Pengembangan teknologi dan sistem insentif bagi usaha pengolahan pangan lokal

d.    Pengenalan diversifikasi usaha tani dan perikanan

e.    Peningkatan ketersediaan dan akses benih dan bibit tanaman, ternak dan   ikan

f.     Pengoptimalan pemanfaatan lahan, termasuk lahan pekarangan

g.    Penguatan usaha mikro, kecil dan menengah di bidang pangan, dan

h.    Pengembangan industri pangan yang berbasis pangan lokal

         

Penganekaragaman konsumsi pangan merupakan upaya untuk memantapkan atau membudayakan pola konsumsi pangan yang beraneka ragam dan seimbang serta aman dalam jumlah dan komposisi yang cukup guna memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung hidup sehat, aktif dan produktif

 

          Upaya yang Diperlukan untuk Peningkatan Diversifikasi Pangan:

a.    Peningkatan keanekaragaman pangan sesuai karakteristik daerah

b.    Komunikasi, informasi, dan edukasi serta promosi pangan lokal

c.    Pengembangan teknologi pengolahan pangan lokal

d.    Peningkatan  investasi agroindustri berbasis pangan lokal

e.    Pengembangan agroindustri tepung berbasis sumberdaya lokal

f.     Pengembangan agroindustri tanaman pangan, hortikultura, susu dan daging

g.    Penelitian bahan pangan lokal untuk substitusi tepung terigu

h.    Peningkatan ketersediaan buah dan sayuran untuk konsumsi

i.Kegiatan penyuluhan / pendampingan

A.   KEGIATAN 2018

1.    Inventarisasi Jenis Pangan Lokal

2.    Promosi Pangan Lokal

3.    Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan

4.    Mengikuti ajang Gelar Pangan Nusantara

 

B.   KEGIATAN 2019

1.    Pangan Lokal

2.    Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan

(Kawasan Rumah Pangan Lestari)

Lomba Kawasan Rumah Pangan Lestari

 

3.   SEKSI KONSUMSI  PANGAN

Posisi Pangan dalam Pembangunan Nasional adalah :

a.    Kebutuhan dasar manusia, pemenuhannya adalah hak asasi

b.    Pangan adalah budaya, hasil adaptasi antara manusia dan lingkungan

c.    Sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas

d.    Pilar utama pembangunan nasional, berperan dalam stabilitas ekonomi, sosial dan politik

KONDISI SAAT INI

a.    Kebijakan pengembangan pangan yang terfokus pada beras   

b.    Upaya penggalian  dan pemanfaatan sumber sumber pangan karbohidrat lokal belum optimal.

c.    Pola konsumsi pangan masyarakat masih belum beragam

·         Masih tingginya konsumsi padi-padian terutama beras

·         Masih rendahnya konsumsi pangan hewani, umbi-umbian, serta sayur dan buah

d.    Kemampuan memproduksi pangan lokal masih rendah, terutama musim paceklik

e.   Penerapan teknologi produksi dan teknologi pengolahan pangan lokal di masyarakat belum mampu mengimbangi pangan olahan asal impor yang membanjiri pasar.

A.   KEGIATAN 2019

1. Sosialisasi Pangan B2SA

2. Sosialisasi Pangan B2SA  dibuka oleh Ibu Hj. PujiSetyowati, SH, M.Hum (Ketua TP PKK Kota Samarinda)

3. PemaparanmateridariInstalasiGizi RSUD H. A WahabSjahranie

4. Peserta Sosialisasi Pangan B2SA 

 

Technical Meeting LombaCipta Menu B2SA Tingkat Kota Samarinda

 

Technical Meeting LombaCipta Menu B2SA Tingkat Kota SamarindadibukaolehIbuHj. PujiSetyowati, SH, M.Hum (Ketua TP PKK Kota Samarinda)

 Peserta Technical Meeting Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kota Samarinda merupakan Kader TP PKK Se Kota Samarinda

 

Peserta dan Para Tamu Undangan Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kota Samarinda

 

Sajian Menu Peserta(Juara I)

 

 1.    Perhitungan PPH 2018

Tabel 1. Konsumsi Energi Dan Pola Pangan Harapan Penduduk Kota Samarinda Tahun 2018

 

 

No

 

Kelompok Pangan

Konsumsi  Energi (kkal/kap/hari)

Komposisi Pangan

Bobot

Skor PPH

Skor maks PPH

Harapan

Aktual

Harapan

Aktual (%AKG)

AKG

Aktual

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

1

Padi-padian

1075

1018.1

50.0

50.9

0.5

25.6

25.0

25.0

2

Umbi-umbian

129

70.5

6.0

3.5

0.5

1.5

1.7

2.5

3

Pangan Hewani

258

278.5

12.0

13.9

2.0

28.8

24.0

24.0

4

Minyak dan Lemak

215

203.9

10.0

10.2

0.5

5.1

5.0

5.0

5

Buah/Biji Berminyak

64.5

25.2

3.0

1.3

0.5

0.4

0.5

1.0

6

Kacang-kacangan

107.5

59.1

5.0

3.0

2.0

4.9

5.9

10.0

7

Gula

107.5

95.1

5.0

4.8

0.5

2.3

2.4

2.5

8

Sayur dan Buah

129

88.5

6.0

4.4

5.0

20.2

22.1

30.0

9

Lain-lain

64.5

33.6

3.0

1.7

0.0

0.0

0.0

0.0

 

Total

2150

1872.5

100

93.6

 

88.8

86.6

100

*(data susenas 2017), dengan AKG energi Konsumsi : 2150 kkal/kap/hari (WNPG X, 2012)

Laporan Tahunan Situasi Tahun 2018

Tabel 1. Konsumsi Energi Dan Pola Pangan Harapan Penduduk Kota Samarinda Tahun 2017

 

 

No

 

Kelompok Pangan

Konsumsi  Energi (kkal/kap/hari

Komposisi Pangan

Bobot

Skor PPH

Skor maks PPH

Harapan

Aktual

Harapan

Aktual (%AKG)

AKG

Aktual

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

1

Padi-padian

1000

1022.6

50.0

51.1

0.5

25.6

25.0

25.0

2

Umbi-umbian

120

58.1

6.0

2.9

0.5

1.5

1.5

2.5

3

Pangan Hewani

240

288.1

12.0

14.4

2.0

28.8

24.0

24.0

4

Minyak dan Lemak

200

204.9

10.0

10.2

0.5

5.1

5.0

5.0

5

Buah/Biji Berminyak

60

16.5

3.0

0.8

0.5

0.4

0.4

1.0

6

Kacang-kacangan

100

48.9

5.0

2.4

2.0

4.9

4.9

10.0

7

Gula

100

93.9

5.0

4.7

0.5

2.3

2.3

2.5

8

Sayur dan Buah

120

80.6

6.0

4.0

5.0

20.2

20.2

30.0

9

Lain-lain

60

27.0

3.0

1.4

0.0

0.0

0.0

0.0

 

Total

2000

1840.6

100

92.0

 

88.8

83.3

100

     *(data susenas 2017), dengan AKG energi Konsumsi : 2000 kkal/kap/hari (WNPG, 2004)

Tabel 2. Konsumsi Energi Dan Pola Pangan Harapan Penduduk Kota Samarinda Tahun 2015 dan 2016

 

No

 

Kelompok Pangan

Konsumsi  Energi (kkal/kap/hari

Komposisi Pangan

Bobot

Skor PPH

Skor maks PPH

Harapan

Aktual

PPH

2020

Aktual (%AKG)

AKG

Aktual

2015

2016

2015

2016

2015

2016

2015

2016

 

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(1)

1

Padi-padian

1000

1121.4

1179.7

50.0

56.1

59.0

0.5

28.0

29.5

25.0

25.0

25.0

2

Umbi-umbian

120

33.4

44.2

6.0

1.7

2.2

0.5

0.8

1.1

0.8

1.1

2.5

3

Pangan Hewani

240

267.1

313.5

12.0

13.4

15.7

2.0

26.7

31.3

24.0

24.0

24.0

4

Minyak dan Lemak

200

210.9

212.0

10.0

10.5

10.6

0.5

5.3

5.3

5.0

5.0

5.0

5

Buah/Biji Berminyak

60

11.2

17.2

3.0

0.6

0.9

0.5

0.3

0.4

0.3

0.4

1.0

6

Kacang-kacangan

100

44.0

48.1

5.0

2.2

2.4

2.0

4.4

4.8

4.4

4.8

10.0

7

Gula

100

79.1

78.5

5.0

4.0

3.9

0.5

2.0

2.0

2.0

2.0

2.5

8

Sayur dan Buah

120

77.6

88.8

6.0

3.9

4.4

5.0

19.4

22.2

19.4

22.2

30.0

9

Lain-lain

60

32.6

34.4

3.0

1.6

1.7

0.0

0.0

0.0

0.0

0.0

0.0

 

Total

2000

1,877.4

2,016.4

100

93.9

100.8

 

86.9

96.6

80.9

84.5

100

     *(data susenas tahun  2015 dan 2016), dengan AKG energi Konsumsi : 2000 kkal/kap/hari (WNPG, 2004)

Tabel 3. Konsumsi  Energi (kkal/kap/hari) dan Komposisi Pangan Aktual (%AKG) Penduduk Kota Samarinda Tahun 2015, 2016 dan 2017

 

 

No

 

Kelompok Pangan

Konsumsi  Energi (kkal/kap/hari

Komposisi Pangan

Harapan

Aktual

PPH

2020

Aktual (%AKG)

 

 

 

2015

2016

2017

2015

2016

2017

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

1

Padi-padian

1000

1121.4

1179.7

1022.6

50.0

56.1

59.0

51.1

2

Umbi-umbian

120

33.4

44.2

58.1

6.0

1.7

2.2

2.9

3

Pangan Hewani

240

267.1

313.5

288.1

12.0

13.4

15.7

14.4

4

Minyak dan Lemak

200

210.9

212.0

204.9

10.0

10.5

10.6

10.2

5

Buah/Biji Berminyak

60

11.2

17.2

16.5

3.0

0.6

0.9

0.8

6

Kacang-kacangan

100

44.0

48.1

48.9

5.0

2.2

2.4

2.4

7

Gula

100

79.1

78.5

93.9

5.0

4.0

3.9

4.7

8

Sayur dan Buah

120

77.6

88.8

80.6

6.0

3.9

4.4

4.0

9

Lain-lain

60

32.6

34.4

27.0

3.0

1.6

1.7

1.4

 

Total

2000

1,877.4

2,016.4

1840.6

100

93.9

100.8

92.0

                   *(data susenas tahun  2015, 2016 dan 2017), dengan AKG energi Konsumsi : 2000 kkal/kap/hari (WNPG, 2004)

Tabel 4. Konsumsi  Energi (kkal/kap/hari) dan Konsumsi Pangan Penduduk Kota Samarinda Tahun 2015, 2016 dan 2017

 

 

No

 

Kelompok Pangan

Konsumsi  Energi (kkal/kap/hari

Konsumsi Pangan (gram/kap/hari)

Harapan

Aktual

Harapan

Aktual

2015

2016

2017

2015

2016

2017

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

1

Padi-padian

1000

1121.4

1179.7

1022.6

275

275.5

287.9

250.7

2

Umbi-umbian

120

33.4

44.2

58.1

100

30.7

42.0

51.2

3

Pangan Hewani

240

267.1

313.5

288.1

150

140.5

158.6

152.9

4

Minyak dan Lemak

200

210.9

212.0

204.9

20

23.4

23.5

22.7

5

Buah/Biji Berminyak

60

11.2

17.2

16.5

10

2.1

3.1

2.9

6

Kacang-kacangan

100

44.0

48.1

48.9

35

18.4

20.7

20.6

7

Gula

100

79.1

78.5

93.9

30

21.7

21.5

25.8

8

Sayur dan Buah

120

77.6

88.8

80.6

250

209.1

248.8

187.8

9

Lain-lain

60

32.6

34.4

27.0

 

62.4

65.3

101.5

 

Total

2000

1,877.4

2,016.4

1840.6

 

 

 

 

                  *(data susenas tahun  2015, 2016 dan 2017), dengan AKG energi Konsumsi : 2000 kkal/kap/hari (WNPG, 2004)

Tabel 5. Tingkat Kecukupan  Konsumsi Protein Penduduk Kota Samarinda

 

 

 

                   

Kelompok/ Jenis Pangan

2015

2016

2017

 

Konsumsi Protein

Konsumsi Protein

Konsumsi Protein

 

Gram/Kapita

%

% AKP **)

Gram/Kapita

%

% AKP **)

Gram/Kapita

%

% AKP **)

 

Padi-padian

25.0

44.2

48.1

26.4

42.0

50.7

23.0

55.6

44.3

 

Umbi-umbian

0.3

0.6

0.7

0.5

0.8

0.9

0.5

3.2

1.0

 

Pangan Hewani

22.9

40.5

44.0

26.8

42.7

51.5

25.1

15.7

48.2

 

Minyak dan Lemak

0.0

0.0

0.0

0.0

0.0

0.0

0.0

11.1

0.0

 

Buah/Biji Berminyak

0.1

0.2

0.3

0.2

0.4

0.4

0.3

0.9

0.5

 

Kacang-kacangan

4.4

7.8

8.5

4.9

7.7

9.3

4.9

2.7

9.5

 

Gula

0.0

0.0

0.0

0.0

0.0

0.1

0.0

5.1

0.1

 

Sayur dan Buah

2.7

4.7

5.1

2.9

4.6

5.6

2.7

4.4

5.2

 

Lain-lain

1.0

1.8

1.9

1.1

1.8

2.1

1.1

1.5

2.2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Total

56.5

100.0

108.6

62.8

100.0

120.7

57.7

100.0

111.0

 

                   

 

Keterangan = **) Angka Kecukupan Protein

 52 Gram/Kapita/Hari

       

 

                                   

 

 

Tabel 6.  Hasil Interpretasi Kontribusi Energi Tiap Kelompok Pangan

 

No

 

Kelompok Pangan

% AKG

%

Inter-

Selisih %

Aktual

Harapan

Aktual

pretasi

Aktual dan Harapan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1

Padi-padian

51.1

50.0

103

Surplus

3

2

Umbi-umbian

2.9

6.0

48.3

Kurang

51.7

3

Pangan Hewani

14.4

12.0

120

Surplus

20

4

Minyak dan Lemak

10.2

10.0

102

Surplus

2

5

Buah/Biji Berminyak

0.8

3.0

26.6

Kurang

75.4

6

Kacang-kacangan

2.4

5.0

48

Kurang

52

7

Gula

4.7

5.0

94

Kurang

6

8

Sayur dan Buah

4.0

6.0

66.67

Kurang

33.33

9

Lain-lain

1.4

3.0

46,67

Kurang

53.33

 

 

Tabel 7. Data Hubungan Tingkat Konsumsi Energi (kkal/kap/hari) dan Pola Pangan Harapan (PPH)

 

Kelompok/Jenis Pangan

TKE

PPH

Tahun

(kkal/kap/hari)

 

2015

2016

2017

Anjuran

Ideal

TKE

PPH

TKE

PPH

TKE

PPH

 

 

 

(kkal/kap/hari)

 

(kkal/kap/hari)

 

(kkal/kap/hari)

 

Padi-padian

1000

25.0

1121.4

25.0

1179.7

25.0

1022.6

25.0

Umbi-umbian

120

2.5

33.4

0.8

44.2

1.1

58.1

1.5

Pangan Hewani

240

24.0

267.1

24.0

313.5

24.0

288.1

24.0

Minyak dan Lemak

200

5.0

210.9

5.0

212.0

5.0

204.9

5.0

Buah/Biji Berminyak

60

1.0

11.2

0.3

17.2

0.4

16.5

0.4

Kacang-kacangan

100

10.0

44.0

4.4

48.1

4.8

48.9

4.9

Gula

100

2.5

79.1

2.0

78.5

2.0

93.9

2.3

Sayur dan Buah

120

30.0

77.6

19.4

88.8

22.2

80.6

20.2

Lain-lain

60

0.0

32.6

0.0

34.4

0.0

27.0

0.0

 

 

 

           

Total

2,000

100.0

1,877.4

80.9

2,016.4

84.5

1,840.6

83.3

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Telp:
Email:
Website:


2021

INFO HARGA PANGAN! Merk Bendera Rp. 10.000/385 gr Tempat: Pasar segiri Ketela Pohon Rp. 5.000/Kg Tempat: Pasar Bengkuring Telur Ayam Bloiler Rp. 27.200/Kg Tempat: Pasar Kemuning Tanpa Merk (Curah) Rp. 10.600/650 Ml Tempat: Pasar Palaran Kacang Hijau Rp. 25.000/Kg Tempat: Pasar Pagi Semen Tiga Roda Rp. 51.000/Zak/50 Kg Tempat: Pasar Kedondong Minyak Tanah Rp. 13.000/Liter Tempat: Pasar Kemuning Gula Pasir Dalam Negeri Rp. 13.000/Kg Tempat: Pasar Pagi Teri Besar Rp. 60.000/Kg Tempat: Pasar iJabah Wortel Impor Rp. 23.350/Kg Tempat: Pasar Pagi Teri Besar Rp. 60.000/Kg Tempat: Pasar Lok Bahu Daging Ayam Bloiler Rp. 31.000/Kg Tempat: Pasar segiri